“Pendapat Realita Musik Anak Indonesia Sekarang”

Belakangan ini rasanya sangat terasa Realita Musik Anak Indonesia dan berlalunya musik anak indonesia di era jaman doloe, saat ini ketika saya menonton acara-acara musik di TV swasta nasional ada beberapa hal yang tampaknya masih merupakan ciri khas media Indonesia namun tidak seperti yang dulu biasanya diidap para anak-anak indonesia di hiburan tanah air ini. Indonesia ini sudah yang sangat jauh tertinggal mutunya dibanding serial TV negara-negara seperti Amerika dan Asia Timur. Waktu saya remaja pada akhir 90 an hingga awal 2000 an, saya sangat bersyukur akan mutu musik Indonesia yang menurut saya gak malu-maluin waktu itu. Perbedaannya dengan musik Amerika hanyalah selera dan bukan pada mutunya. Bahkan lagu-lagu Indonesia banyak dialih-bahasakan di beberapa negara seperti Taiwan dan India, bahkan Amerika. Namun hal itu berubah semenjak menjamurnya band-band sekarang yang laris manis di penjualan RBT.

Begitu juga menurunnya jumlah penjualan CD dan kaset dan meningkatnya nilai komersil dari RBT adalah pukulan telak untuk mutu musik Indonesia. Musisi Indonesia secara umum bersyukur dengan maraknya RBT. Karena untuk menutupi kerugian dari penjualan album asli yang kalah dengan bajakan, RBT memberikan kontribusi yang sangat baik bagi mereka.

Tapi sepertinya hal itu lebih berguna bagi para band yang lagunya dijadikan RBT oleh para penikmat musik Indonesia yang mendownload bukan untuk didengarkan sendiri namun untuk orang-orang yang menelpon mereka. Tentu saya tidak akan menyebutkan nama-nama band tersebut. Yang jelas dari segi melodi lagu dan musik selain banyak menjiplak band-band luar.

Yang paling tidak mendidik itu syairnya (lirik). Sangat tidak memperhatikan estetika. Ide cerita dari lagu-lagu mereka beserta pilihan kata yang mereka rangkai sangatlah tidak memiliki nilai seni. Band-band luar juga dominan menggunakan syair yang vulgar, tapi ide cerita dari syair tersebut kreatif dan pastinya secara seni bermusik mereka jauh lebih baik. Mereka benar-benar musisi.

Prihatinnya tidak adanya lagu-lagu anak yang dinyanyikan anak-anak dan bersyair yang pas untuk anak-anak pada masa kini. Yang ada, anak-anak menyanyikan lagu dengan syair yang lebih pantas untuk remaja dan dewasa. To make things worst, para penyanyi anak yang tidak memiliki suara yang sebaik penyanyi anak zaman dulu itu turut tampil di acara musik anak muda. Ini yang membuat saya semakin tidak bisa menikmati acara musik Indonesia kebanyakan lagi.

Era Musik Indonesia Doloe : Musik Indonesia sedari awal sudah sangat bermutu. Komposer-komposer Indonesia seperti sangat patut mendapat tempat di Musik kita. Sejak zaman pra kemerdekaan, musisi-musisi Indonesia yang menulis lagu-lagu wajib nasional menurut saya lebih unggul dibanding kebanyakan musisi di negara-negara berkembang lainnya. Coba saja dengarkan lagu-lagu nasional kita seperti Indonesia Raya dengan lagu-lagu nasional negara-negara lainnya, terdengar lebih kan secara mutu.

Era Lagu Anak-anak Indonesia Doloe : Lagu-lagu anak pada waktu kita kecil pun selain memiliki lirik yang mendidik juga memiliki melodi yang baik. Pencipta lagu anak-anak seperti Ibu Sud, AT Mahmud, Pak Kasur, dll. Coba bandingkan melodi lagu “Pergi Belajar” atau lebih dikenal dengan liriknya “Oh Ibu dan ayah selamat pagi” ciptaan Ibu Sud dengan lagu anak-anak berbahasa Inggris seperti “Twinkle-twinkle”, “Old McDonald”, “BINGO”. Lagunya Ibu Sud mengajarkan moral, sementara lagu-lagu yang tingkatnya lebih internasional hanya mengajarkan melodi. Lagu-lagu anak-Indonesia walaupun tidak semuanya, unggul di syair yang mengandung pesan moral untuk anak dengan melodi yang relatif sama mutunya (kalau bukan lebih baik) dengan lagu-lagu anak berbahasa Inggris. Saat memasuki masa komersialisasi pun, saya kira Indonesia sangat maju untuk lagu anak-anak komersil. Penyanyi-penyanyi anak seperti Melisa, Enno Lerian, Bondan Prakoso, Agnes Monica, Trio Kwek-kwek, dll pada tahun 90an tampaknya tidak memiliki rekan di negara-negara lain seperti Amerika Serikat yang unggul di Industri Musik secara keseluruhan. dan itu b.ahkan dimulai pada dekade sebelum 90an. Seperti penyanyi anak Cica Koeswoyo dll yang saya belum lahir pada masa mereka.

Dan simak contoh artis cilik anak indonesia doloe yang menyayikan lagu :

1. libur telah tiba, libur tiba, hatiku gembira!! Siapakah dia?

 Ya benar dia artis cilik si Tasya dan jadi lagu saat saya liburan sekolah saat waktu smpQ dolo’e 😀 .
2. Cit cit cicit cuit, ccit cicit cuit, Burung bernyayi.. Tok tok totok petok, tok toktok petok, ayam bertelur.. wek wek kuwek, wek wek kuwek bebek berenang..!! Siapakah dia ?
Ya benar dia artis cilik si Joshua kan lucu plus unyu-unyu dech si joshua waktu kecilnya nyanyi burung cicit-cuit.
3. Senang, riang, hari yang kunantikan
Kusambut, ‘Hai’ pagi yang cerah
Mataharipun bersinar terang
Menemaniku pergi sekolah
Senang, riang, hari yang kuimpikan
Jumpa lagi kawanku semua
S’lamat pagi, guruku tersayang
Ku siap mengejar cita – cita
Dengarlah lonceng berbunyi
Kawan segeralah berlari
Siapkanlah dirimu
Dalam mencari ilmu
Waktu cepat berganti
Hingga lonceng terdengar lagi
Semua pun bersorak dengan riang
Senang, riang, masa depan ‘kan datang Capai ilmu setinggi awan Hingga nanti aku t’lah dewasa Dunia kan tersenyum bahagia.. !! Siapakah Dia?
Ya benar dia si Sherina Munaf waktu akting di dunia perfilm’an berjudul Petualangan Sherina.
Ayo  mulai dari sekarang hapus ya Realita Musik Anak Indonesia ganti lagu yang lebih mendidik untuk penerus bangsa kita bangsa indonesia tanpa Realita Musik Anak Indonesia dan jangan lupa harus nonton juga filmnya berjudul Ambilkan Bulan Nantikan 28 Juni ya 🙂
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s